Cara Belajar TOEFL

Sabtu, 15 Maret 2014

Ibadah dan Sedekah


 Sedekah (ilustrasi)

                                                                  Oleh M Husnaini

Mbah Kasia, begitu kami biasa menyapa. Nenek berusia senja itu hidup sederhana dan sakit-sakitan. Ia tinggal serumah bersama putra dan suaminya, Mbah Molatip, yang renta dan sakit-sakitan pula.

Tidak banyak yang dapat dilakukan, selain bergantung hidup kepada putra semata wayang mereka yang bekerja sebagai kuli serabutan. Jangankan bekerja, bahkan hidup saja bertopang obat.

Selain faktor usia, pasangan kakek-nenek itu memang mengidap berbagai penyakit dalam selama bertahun-tahun. Namun demikian, semangat ibadah mereka luar biasa. Mereka tidak absen shalat jamaah lima waktu di masjid.

Bahkan, ketika Subuh, saya sering mendapati mereka sudah di masjid sejak pukul 03.00 WIB. Ada yang lebih membuat saya merasa malu. Mereka hidup pas-pasan bahkan kekurangan, tetapi kedermawanan menjadi gaya hidup sehari-hari.

Mbah Kasia sering mengantarkan makanan ke rumah. Padahal, makanan itu pemberian dari orang untuk mereka. Kalau saya mempunyai sedikit rezeki dan berbagi dengan mereka, ucapan terima kasih tidak henti-henti disampaikan.

Besok atau lusanya, biasanya mereka membalas dengan memberikan apa saja yang mereka punya untuk anak saya. Subhanallah. Keterbatasan hidup ternyata tidak menghalangi mereka berbuat baik kepada sesama.

Merekalah teladan hidup, hamba-hamba Allah yang tidak fasih mengucapkan dalil agama, tetapi sangat terampil mempraktikkan ajaran agama. Kita yang lebih paham agama dan hidup jauh dari kekurangan, cobalah menengok mereka.

Mereka miskin dan lemah di mata manusia, tetapi kaya dan kuat di mata Allah. Saya berpikir, itulah barangkali yang memunculkan banyak keajaiban terhadap mereka. Misalnya, beberapa tahun lalu, Mbah Kasia divonis dokter hanya bisa bertahan hidup selama enam bulan ke depan.

Itu karena komplikasi jantung akut yang dideritanya. Berbagai pengobatan sudah dijalani. Hanya, ia tidak mampu membayar ongkos operasi sehingga harus pasrah pada nasib. Mbah Kasia akhirnya mengalami kondisi bagai mayat hidup.

Perut membuncit, napas tersengal, dan bicara dengan isyarat. Betapa hebat ujian hidup yang ia alami. Bagi kami mati lebih baik daripada hidup semacam itu. Tetapi, kuasa Allah sungguh mengungguli nalar manusia.

Faktanya, kondisi Mbah Kasia berangsur pulih. Hingga kini, ia masih berkesempatan menghirup udara dunia. Tentang suaminya, Mbah Molatip, lebih mengherankan lagi. Malam itu pukul 21.00 WIB. Kakek berusia kepala delapan ini mendadak sekarat akibat muntah darah.

Darah segar mengalir deras dari hidung dan mulutnya. Akhirnya, ia tidak lagi bergerak dan tidak bernapas selama beberapa menit. Terang saja tangis keluarga pecah. Kami semua yang menunggu mengiranya sudah meninggal.

Mbah Molatip lalu ditidurkan telentang, disedekapkan layaknya orang meninggal. Ya Allah, betapa cepat Engkau mengambil hamba-Mu. Maghrib tadi masih shalat jamaah di masjid, tetapi sekarang telah menghadap-Mu dengan kondisi demikian menyedihkan.

Keluarga lantas meminta saya untuk mengumumkan berita kematiannya di masjid. Saya bergegas menuju masjid. Baru sekian langkah keluar, saya mendengar gemuruh dari dalam rumah. Seseorang berlari mengejar sambil memanggil-manggil nama saya.

 “Jangan diumumkan dulu”, katanya. Saya menghentikan langkah dan kembali masuk rumah. Ajaib, kakek yang sehari-hari berjalan dengan bantuan tongkat itu mendadak bergerak-gerak.

Besoknya, Mbah Molatip sudah kembali shalat jamaah Subuh di masjid seperti biasa. Kabar duka baru muncul beberapa waktu lalu. Mbah Molatip telah meninggalkan kita semua.

Sabtu, 01 Februari 2014

Nikah Setelah Hamil, Bagaimana Hukumnya?


 Menikah.   (ilustrasi)
Assalamu'alaikum wr wb.
Bagaimana hukumnya pernikahan yang dilakukan setelah pengantinnya hamil? Apakah anak yang dilahirkan berhak menggunakan nama suami ibunya? Ada yang mengatakan nikahnya tidak sah karena dilakukan pada kondisi tidak suci, sehingga dianjurkan dinikahkan lagi.
Wassalamualaikum,
Anita, Jakarta

Jawaban:
Perkawinan yang didahului oleh kehamilan dinilai sah oleh banyak ulama, walaupun memang ada ulama yang menyatakan bahwa perkawinan tersebut tidak sah. Sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas, berpendapat bahwa hubungan dua jenis kelamin yang tidak didahului oleh pernikahan yang sah, lalu dilaksanakan sesudahnya pernikahan yang sah menjadikan hubungan tersebut awalnya haram dan akhirnya halal.
Dengan kata lain, perkawinan seseorang yang telah berzina dengan wanita kemudian menikahinya dengan sah, seperti keadaan seorang yang mencuri buah dari kebun seseorang, kemudian dia membeli dengan sah kebun tersebut bersama seluruh buahnya.
Apa yang dicurinya (sebelum pembelian itu) haram, sedang yang dibelinya setelah pencurian itu adalah halal. Inilah pendapat Imam Syafi'i dan Abu Hanifah. Sedang Imam Malik menilai bahwa siapa yang berzina dengan seseorang kemudian dia menikahinya, maka hubungan seks keduanya adalah haram, kecuali dia melakukan akad nikah yang baru, setelah selesai iddah dari hubungan seks yang tidak sah itu.
Memang kalau ingin lebih tenang, sehingga dipandang sah juga oleh penganut mazhab Maliki, tidak ada salahnya melakukan nikah ulang, dengan memanggil dua orang saksi, wali wanita serta siapa saja yang bertindak sebagai penghulu. Anak yang lahir itu -- jika diakui oleh suami wanita tadi, maka dia dapat menyandang nama sang suami. Demikian, Wa Allah A'lam.
Sumber :  www.replubika.com

Selasa, 21 Januari 2014

Sistem Khilafah Bukan Syariat Islam

 

Jakarta, NU Online
Agama Islam tidak mengatur kepemimpinan umat dengan sistem khilafah. Tiada satu pun nash Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW menunjukkan sistem khilafah sebagai model kepemimpinan Islam seperti yang dipaksakan sekelompok kecil umat Islam.

Demikian disampaikan pengurus Aswaja Centre KH Syamsul Arifin Abdullah yang kerap disapa Gus A’ab dalam diskusi “Penerapan Aswaja di Lingkungan Muslimat NU” di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (18/1).

“Kalau model khilafah ada nasnya, pengangkatan khalifah takkan berbeda,” tegas Gus A’ab.

Di hadapan 90 kader Muslimat NU yang mengikuti Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan selama dua hari, Sabtu-Ahad (18-19/1), Gus A’ab merujuk pada kenyataan sejarah para khalifah Rasulullah SAW.

Para sahabat Rasulullah SAW menggunakan cara berbeda dalam mengangkat masing-masing dari empat khalifah itu. Perbedaan itu bisa dimaklumi karena nas agama tidak memberikan petunjuk teknisnya, terang Gus A’ab.

Mereka menggunakan mekanisme pengangkatan pemimpin sesuai dengan perkembangan zamannya dan wawasan politik masyarakat di tiap era khalifah itu. Dari situ, ulama menyimpulkan, Rasulullah SAW menyerahkan umatnya untuk menentukan sistem pengangkatan pemimpin.

Rasululllah SAW memang pernah mengatakan, khalifah berasal dari suku Quraisy. Pertimbangannya ketika itu lebih pada besarnya modal sosial yang dimiliki suku Quraisy. Namun, Rasulullah SAW sama sekali tidak merinci mekanismenya, tandas Gus A’ab dalam acara yang diselenggarakan PP Muslimat NU dan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI. (Alhafiz K)

Sumber : KLIK>>

Sabtu, 28 Desember 2013

Muneera Martina: Jadi Muslim Bukan Teroris

 mualaf (ilustrasi)

Muneera Martina menatap kosong. Ia teringat betapa hampa hidupnya meski memiliki kemampuan finansial berlebih.

"Inilah rahasia kekuatan Allah, kita membutuhkan-Nya. Dia bimbing manusia dengan rahmat-Nya. Ini yang tidak pernah dipikirkan manusia," ucap dia seperti dilansir onislam.net, Kamis (26/12).

Martina telah mengunjungi banyak negara dengan harapan memperoleh apa yang dicarinya. Ia ingin mendapatkan kebahagiaan, hal yang sebenarnya tersembunyi dihatinya. Namun, Allah punya rencana lain terhadapnya.

Pada perjalanan itu, Martina mendengar kabar tentang Islam. Seperti informasi lain yang diperolehnya, tidak ada kelengkapan sehingga terkesan biasa dan menyudutkan. "Saya termasuk orang yang tidak puas, itu sebabnya saya mencoba mencari tahu sumber atau pandangan yang berbeda tentang Islam," ucapnya.

Itu yang kemudian mendorongnya untuk mengenal Timur Tengah. Satu kawasan, lahirnya agama Islam. Pertimbangan Martina saat itu, informasi harus diperoleh dari sumbernya langsung. Informasi ini akan membawa perimbangan dengan banyaknya informasi yang cbias.

"Saya mencoba untuk menemukan jawaban dalam banyak pandangan, termasuk budaya dan bangsa. Islam, saya pikir dibatasi pada suatu kelompok etnis tertentu," ucapnya.

Mulailah Martina belajar bahasa Arab. Di Bratislava, ia mencari toko  buku yang menjual Alquran. "Aku pandang Alquran ini cukup lama. Perasaan aneh pun muncul, ada sesuatu yang akan mengubah hidup saya," ungkapnya.

Dua bulan kemudian, Alquran itu kerap ia bawa kemana pun. Diberbagai kesempatan, Martina selalu membacanya, itu termasuk ketika berada diperjalanan menunju kantor. Banyak koleganya yang terganggu dengan apa yang dilakukan Martina. "Saya bukan teroris. Saya hanya ingin mnejadi Muslim tapi saya tidak tahu caranya," kata Martina setiap pertanyaan yanga muncul dari koleganya.

Suatu hari, Martina menuju kantor. Ia duduk di Trem, saat itu ia mendengar salah seorang penumpang tengah berbicara bahasa Arab. Merasa penasaran, Martina mencari sumber percakapan itu. "Saya terkejut, ketika ada perempuan Slovakia mengenakan hijab," kata dia.

Seketika, mereka terlibat dalam obrolan hangat. Mereka bertukar alamat, dan berjanji akan bertemu di lain waktu. Selesai bekerja, ia kembali melihat perempuan itu. Kembali, keduanya terlibat pembicaraan serius. Perempuan itu menceritakan keputusannya memeluk Islam. Olehnya, Martina diajak makan malam berwsama.

"Saya selalu ingat, dari mereka, saya beranikan diri mengunjungi masjid. Diluar dugaan, banyak yang seperti saya. Bahkan ada seseorang dengan kisah yang rumit sebelum akhirnya memeluk Islam," kenang Martina.

"Pagi harinya, saya dengan tekad bulat akan memulai hidup baru. Bismillah, Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Aku percaya Muhammad SAW itu utusan Allah," ucapnya.

Sumber: www.replubika.com

Rabu, 06 November 2013

Lowongan PT. Mayora Indah, Tbk

Company Banner



Sebagai FMCG terkemuka di Indonesia, kami sedang memperluas cabang-cabang kami di Indonesia.
Jika Anda seorang yang dinamis, pekerja keras individu, tertarik untuk mengambil tantangan baru dan Anda juga percaya Mayora adalah tempat untuk Anda, kami mengajak anda untuk bergabung. 
 KHUSUS UNTUK AREA PASURUAN-JAWA TIMUR : KLIKK>>

1. Perawat ( Perawat - Pasuruan)                                  
2. Supir Forklift (Kode : Forklift Pasuruan)                 
3. QC Line Proses (Kode : QLP Pasuruan)                  
4. Unit Head Cap - Botol (Kode : UH CB Pasuruan)   
5. Unit Head Warehouse (SHW Pasuruan)                    .                  
 (expired : 04 Desember 2013)
atau kirim CV ke  hrd.tfj@mayora.co.id

Minggu, 27 Oktober 2013

Tak Perlu Antre Aktivasi BBM di Android

BBM for Android

Aktivasi Blackberry Messenger (BBM) di Android kini tidak perlu lagi mengantre karena bisa langsung log in (masuk jika sudah mempunyai Blackberry ID/BB ID) atau membuat BB ID baru.
Sebelumnya, setelah mengunduh aplikasi BBM untuk Android, pengguna diminta terlebih dahulu memasukkan alamat email dan diminta mengantre sampai mendapat email konfirmasi. Setelah mendapatkan email konfirmasi dari BB, maka pengguna baru bisa melakukan langkah selanjutnya.
Hal itu karena tingginya permintaan untuk mengunduh BBM untuk Android dan iPhone, yang mencapai enam juta permintaan sebelum diluncurkan secara resmi pada Selasa (22/10) dini hari.
Namun, saat dicoba pada Ahad (27/10), setelah aplikasi diunduh, pengguna bisa langsung dihadapkan pada pilihan log in atau membuat BB ID baru.
Pada Jumat, pihak BB juga sudah melakukan update (pembaruan) aplikasi BBM di Android, terutama memperluas jangkauan smartphone yang kompatibel dengan aplikasi ini karena sebelumnya banyak pengguna yang tidak dapat mengunduh walaupun spesifikasinya sudah sesuai.

Jumat, 25 Oktober 2013

Ingin Ganti PIN BBM Android? Ini Caranya


BBM untuk iOS.  

Ada keunggulan bagi pengguna Blackberry Messenger (BBM) di Android. Berbeda dari handset Blackberry, BBM di Android bisa mengganti PIN. Termasuk mengganti BlackBerry ID (BB ID) atau alamat email yang digunakan saat mendaftar.
Bagaimana caranya? Sebenarnya cukup mudah. Untuk pengguna Android Jelly Bean maka langkah pertama adalah pilih "Setting", lalu "Apps" dan cari aplikasi BBM. Kemudian klik "Clear data".
Tapi hati-hati karena hal ini akan menghapus secara permanen file, setting, akun dan data Anda yang terkait dengan BBM. Selanjutnya keluar dari "Setting" dan kembali jalankan aplikasi BBM.
Tampilan yang muncul adalah seperti pertamakali mengunduh BBM. Yakni Anda diminta untuk memasukan alamat email.
Jika ingin mengganti PIN maka silakan mendaftarkan alamat email baru dan tentu Anda harus mengantri kembali sampai memperoleh konfimasi dari Blakberry agar dapat melakukan langkah selanjutnya. Jika PIN yang diperoleh kembali jelek maka ulangi proses dari awal lagi.
Langkah ini juga bisa dilakukan jika Anda ingin agar alamat email yang terdaftar adalah yang Anda gunakan sehari-hari. Maksudnya agar mudah diingat dan tidak banyak mempunyai alamat email. 
Ini bisa terjadi karena mungkin saat pertama mendaftar menggunakan alamat email asal atau yang tidak biasa digunakan.
Sementara, jika Anda ingin agar "Kontak" yang ada di perangkat Blackberry diimpor ke Android, maka tinggal masukan email BB ID yang telah terdaftar. Namun perlu diingat PIN BBM di Android dan di Blackberry berlainan, walau menggunakan BB ID yang sama. Karena satu BB ID hanya dapat digunakan di satu perangkat saja.