Cara Belajar TOEFL

Rabu, 27 Juni 2012

Firefox 14 untuk Android, Lebih Cepat dari 'Browser' Bawaan

Mozilla menjanjikan performa Firefox 14 lebih cepat dibanding browser bawaan Android, serta melengkapi kekurangan yang sebelumnya tidak ada di versi lawas.

Tampilan Firefox untuk Android telah diperbarui, sehingga terlihat lebih tertata rapih. Firefox juga dapat menampilkan sejarah penjelajahan, bookmark, password dan data formulir ke smartphoneAndroid.

Uji kecepatan browser untuk Android yang dilakukan Mozilla

Dan yang terpenting, Firefox untuk Android telah mendukung Adobe Flash dan HTML 5, sehingga penggunanya bisa menonton video serta memainkan game dari browser Firefox.

Dengan kemampuan HTML5 di Firefox untuk Android, para pengembang aplikasi bisa membuat situs web atau aplikasi web yang berbasis HTML5, JavaScript, CSS, dan standar web terbuka lainnya.

Mozilla menyiapkan Application Programming Interface (API) web baru, guna memanjukan web sebagai sebuah platform. Sejumlah standar yang turut dibangun Mozilla adalah Camera API, Vibration API, Mobile Connection API, Battery Status API, Screen Orientation API, dan Geolocation API.

Firefox versi 14 untuk Android bisa diunduh gratis di toko aplikasi Google Play.

Screenshot Firefox 14 untuk Android

Minggu, 24 Juni 2012

Lelaki Membaca Al-Quran Dalam Keadaan Koma


Lelaki Membaca Al-Quran Dalam Keadaan Koma

Seorang pemuda yang bertugas sebagai Imam telah mengalami kemalangan lalu koma. Namun satu kejadian yang luar biasa telah berlaku apabila pemuda itu tiba-tiba membaca al-quran ketika sedang koma.
Remaja Jordan yang bertugas sebagai imam mengalami kecederaan dalam satu kemalangan, membaca Al-Quran Al-Karim dalam keadaan yang tidak sedarkan diri setelah keluar daripada bilik pembedahan. Subhanallah, apa jua kelakuan atau perkataan yang kita gerakkan semasa kita sedar diri, Allah SWT akan gerakkan secara automatik apabila kita dalam keadaan tidak sedar.
Inilah maksud kata-kata Imam Al-Ghazali yang mengatakan ” apa sahaja perbuatan kita di dunia adalah gambaran perbuatan kita di alam Akhirat nanti “. Betapa malunya kita dihadapan Allah SWT apabila kita berkelakuan tidak senonoh dihadapan Allah SWT di Akhirat nanti.
Semoga Allah SWT memberi semangat kepada kita semua untuk melakukan ibadat dan menjauhkan kita semua daripada melakukan kejahatan, agar kita berkelakuan dan berkata-kata dengan perkataan terbaik dihadapan Allah SWT nanti, Amin Ya Rabbal Alamin.

Kamis, 15 Maret 2012

Lembutkan Hati Kami Yaa Rabb…

Kami tahu kerasnya batu
Yang jika di sirami lembutnya air akan luruh
Bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun
Tapi hati kami bukanlah batu
Tapi mampu keras melebihi batu kali
Yang jika di sirami beribu nasihat
Tak kan luruh meski zaman terus berganti
Atau bumi hanya tinggal mimpi
Hanya dengan timbunan tanah merah hati keras kami membumi
Ampuni kami, Rabbi
Tolong lembutkan hati kami
Sebelum nurani kami mati
Sebelum jasad ini menggamit perut bumi
Rabbi, mudahkan mata kami menangis
Mengingat khilaf kami yang tak tertandingi
Bukan menangis mengingati duniawi
Rabbi, lembutkan hati kami merenungi mati
Lembutkan hati kami mendengar nasihat-Mu Rabbi
Sungguh, hanya Engkau Sang Penggenggam hati
Peluk hati kami dalam cinta-Mu

Sabtu, 10 Maret 2012

Janganlah Anda Merasa Orang Yang “Paling”

 

Sahabat sekalian, ada sebuah cerita. Seorang Professor berada dalam sebuah hutan belantara hanya berbekal pakaian di badan, kemudian di kejar serigala yang sangat ganas, lalu Professor yang cerdas itu berlari ke atas pohon dan berhasil menghindari gigitan serigala ganas itu untuk sementara waktu. Kemudian pertanyaannya adalah bagaimana caranya agar sang Professor bisa turun dengan selamat dari pohon tersebut, sedangkan serigala ganas itu terus berada di bawah pohon menunggu sang Professor turun. Apa jawabannya? Ternyata professor yang cerdas itu tidak tahu jawabannya. Walaupun ia seorang Professor.
Hikmah dari cerita fiksi ini ialah, bahwa sesungguhnya di atas langit masih ada langit, maksudnya walaupun orang yang dikejar ialah orang yang memiliki title yang sangat bergengsi Professor tapi ada batas-batas dimana ia bodoh dalam suatu hal dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali meminta pertolongan kepada Allah.
Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling pintar, karena di luar sana banyak orang yang jauh lebih pintar dan mungkin Anda belum bisa bertemu dengan mereka, sehingga Anda merasa ialah orang yang paling pintar.
Janganlah merasa Anda menjadi orang yang paling kaya, karena di belahan bumi lain, banyak orang yang jauh lebih kaya daripada Anda, hanya Anda belum bertemu dengannya. Jangan hanya baru mempunyai mobil seharga 200 juta, Anda merasa memiliki dunia dan meremehkan orang lain.
Janganlah Anda merasa orang yang paling cantik atau tampan, karena di belahan bumi lain ada orang yang jauh lebih tampan dan lebih cantik dibandingkan Anda. Dan ingatlah kecantikan dan ketampanan itu tidak abadi. Jangan hanya karena memiliki wajah yang mulus dan putih Anda merasa orang yang paling sempurna di dunia dan merendahkan orang yang tidak lebih baik dari pada Anda.
Janganlah Anda merasa menjadi manusia yang paling menderita dengan masalah-masalah Anda, karena di luar sana ada orang yang jauh lebih menderita dan memiliki jutaan masalah dari pada Anda. Hanya saja Anda belum bertemu dengan mereka.
Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling miskin di dunia ini, karena di luar sana ada orang yang jauh lebih miskin daripada Anda. Jangan hanya karena uang Anda tidak bisa membeli kendaraan Anda menganggap orang yang paling miskin, padahal Anda masih bisa makan.
Janganlah Anda merasa menjadi orang yang paling shalih karena di belahan bumi Allah yang lain, ada orang yang jauh lebih shalih dibandingkan Anda, jangan hanya karena Anda shalat 5 waktu dan rajin bersedekah, Anda merasa orang yang paling baik dan bertaqwa di antara yang lain.
Inti dari pembahasan itu adalah yaitu jadilah orang yang selalu BERSYUKUR dan jadilah insan yang mempunyai sifat RENDAH HATI. Karena dengan bersyukur rezeki yang sedikit terasa banyak dan berkah, apalagi jika rezeki kita banyak dan di tambah dengan bersyukur. Maka Anda akan merasa jauh lebih bahagia. Dan dengan rendah hati maka Anda akan dihormati banyak orang dan di cintai banyak orang, tentunya Anda akan mempunyai banyak teman dan kemungkinan teman yang mendoakan Anda akan menjadi jauh lebih banyak ketika Anda telah tiada nanti. Lakukan yang terbaik, mencari ridha Allah dan lihat apa yang akan terjadi.

Jumat, 09 Maret 2012

10 Golongan yang Tidak Masuk Surga

Oleh: Mochamad Bugi



Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Belhau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!

Kunci Perubahan

 Kunci Perubahan

Oleh: Muhtadi Kadi

Syekh Muhammad Ghazali, ulama dan pemikir Islam asal Mesir, mengatakan, “Sesungguhnya rasa aman, damai, dan sejahtera adalah kekuatan yang memberikan cahaya kepada akal untuk berpikir dengan tenang dan kontinu. Karena terkadang, pemikiran tersebut mampu mengubah perjalanan sejarah.”

Banyak orang yang berasumsi bahwa mereka akan sukses dalam hidup ini atau nasib hidupnya akan berubah lebih baik jika ia pindah dari tempat tinggalnya. Artinya, mereka mengikatkan kesuksesannya dengan perubahan tempat dan keadaan. Sungguh, asumsi tersebut adalah salah. Karena, sejatinya yang harus diubah adalah akal yang digelantungi pemikiran, bayangan kelam masa lalu, dan asumsi kekhawaritan masa depan. Selagi akal kita masih berpola pikir seperti itu, perubahan yang ada tidak memiliki pengaruh apa-apa.

“Kamu tidak akan pernah mampu menyelesaikan problematika yang ada selagi pola pikirmu tidak ada perubahan,” demikian petuah orang bijak. Dan, Allah SWT telah menegaskan kepada kita yang diabadikan di dalam Alquran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum atau seseorang kecuali mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS ar-Ra’du [13]: 11).

Ini artinya, kunci perubahan hidup seseorang ke arah yang lebih baik terletak di dalam dirinya, bukan terletak pada tempat tinggal atau dalam lingkungan yang mengelilinginya. Karena manusia hanyalah produk pemikiran dan keyakinannya. Di samping itu, perilaku dan sikap seseorang bersumber dari akalnya.

Memang thdak dimungkiri bahwa perubahan lingkungan terkadang membawa sebuah kebaikan, tetapi hanya bersifat temporal atau kebetulan. Karena, perubahan ini hanya di permukaan tidak dari akarnya. Juga tak sedikit perubahan tempat hanya sebuah sikap pelarian dari berbagai rintangan serta tantangan dan menjauhi problematika yang ada.

Karena itu, kita mesti mengubah pola pikir dan keyakinan. Kita harus memakai baju keoptimisan dan kebulatan tekad serta husnudzan kepada Allah. Empaskan bayangan kelam masa lalu dan kekhawatiran pada masa depan dari jiwa. Kita harus mulai menghadapi arus kehidupan ini dengan hati yang besar dan akal yang jernih tanpa takut dengan kekalahan ataupun kegagalan. Bukankah di balik kegagalan ada pengalaman yang berharga, dan bukankah pengalaman itu guru yang paling baik?

Sungguh, orang yang tidak mampu mengubah pola pikirnya, maka dia tidak akan mampu mengubah sesuatu apa pun, kapan pun, dan di mana pun ia berada. Tongkat yang bengkok tak mungkin menghasilkan bayangan yang lurus. Hanya dari muara hati yang suci dan akal yang jernih yang melahirkan jiwa-jiwa jujur, tangguh, bertanggung jawab, dan siap melakukan pengorbanan apa pun demi kemaslahatan sesama.