Cara Belajar TOEFL

Kamis, 26 Mei 2011

Belajar dari Fatimah RA

Belajar dari Fatimah RA

Kasih sayang orang tua manakah yang melebihi kasih sayang Rasulullah Muhammad SAW kepada Fatimah RA putrinya.

Seperti dipetik dalam the Stories of Sahabah bahwa Ali RA pernah berkisah kepada murid-muridnya tentang Fatimah, putri kesayangan Rasulullah itu.  “Fatimah biasa mengolah gandum sendiri sehingga kulit tangannya menjadi tebal.  Dia bawakan air untuk keperluan rumah tangganya dengan sebuah kantong kulit sehingga meninggalkan bekas-bekas di kulitnya.  Dia bersihkan sendiri rumahnya sehingga menjadi kotor pakaiannya."

Ketika mendengar para tawanan perang dibawa ke Madinah, aku berkata kepadanya, 'Pergilah kepada Rasulullah dan mintalah pelayan untuk membantumu di dalam pekerjaan rumah tangga.' Dia pun pergi kepada Rasulullah, tetapi menemukan sedang banyak orang di sekelilingnya.  Karena sangat sopan dan rendah hati, Fatimah merasa berat untuk memohon kepada Rasulullah di hadapan orang lain.”

Keesokan harinya Rasulullah datang ke rumah kami dan berkata:  “Fatimah, apa yang menyebabkan engkau datang menemuiku kemarin?”  Fatimah merasa malu dan tetap diam. aku berkata “Ya Rasulullah, kulit Fatimah menjadi tebal dan berbekas karena mengolah gandum dan mengambil air.  Dia selalu sibuk membersihkan rumah sehingga pakaiannya selalu kotor. Saya informasikan kepadanya tentang tawanan perang dan menyarankannya menemuimu untuk meminta seorang pelayan.”

Rasulullah menjawab, “Fatimah, takutlah kepada Allah!  Bertakwalah dan ketika pergi tidur hendaklah kau baca Subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali.  Kau akan merasakan bahwa ini akan lebih membantumu daripada seorang pelayan."  Fatimah berkata,  “Saya bersama Allah dan Rasul-Nya.”

Adalah Rasulullah SAW sendiri yang memberikan teladan dengan selalu ringan tangan membantu anggota keluarganya.  Pantaslah jika Fatimah RA menurutinya. 

Bahkan di dalam Khashaish Madrasatin Nubuwah diriwayatkan bahwa Fatimah binti Muhammad telah mengisi seluruh lembaran hidupnya dengan bekerja keras.  Bayangkan saja, di dalam satu waktu, Fatimah sanggup mengolah tepung dengan tangannya, sambil kakinya membuai Husain, mulutnya membaca Alquran, dan matanya menangis karena takut kepada Allah SWT.  Seandainya hidupnya lebih panjang, dan ada peluang untuk melakukan lebih banyak pekerjaan, niscaya akan dihadapinya dengan tegar dan ceria.

Ali RA suaminya pun seorang pekerja keras yang tidak pernah memilih-milih pekerjaan.  Pernah suatu ketika ia terpaksa membantu seorang wanita tua mengangkat 16 ember, demi mendapatkan 1 butir korma untuk setiap embernya, hingga tangannya bengkak-bengkak.  Ketika ditunjukkan hasil pekerjaannya kepada Rasulullah SAW, beliaupun tersenyum, menunjukkan keridhaannya dengan ikut memakan kurma hasil pekerjaannya itu. Wallahu a'lam bish-shawab.


Sumber: www.Replubika.com
Penulis adalah sahabat Republika di Texas, USA

Trik Mengurangi Nyeri Secara Alami

img

Rasa sakit dan nyeri di tubuh bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Meski begitu ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan sakit secara alami.

Sebagian besar orang akan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri yang menyiksa. Namun beberapa studi mengungkapkan cara-cara alami tapi efektif untuk mengurangi rasa nyeri, seperti dikutip dari Prevention.com, Kamis (26/5/2011) yaitu:

1. Mengumpat
Mengumpat diketahui bisa meningkatkan toleransi terhadap ketidaknyamanan, serta dapat memicu serangan reaksi fisik dan hormonal yang bisa meringankan rasa sakit atau nyeri yang muncul.

2. Melihat foto orang yang dicintai
Melihat orang yang dicintai seperti pasangan atau anak bisa memicu tubuh melepaskan zat kimia yang dapat menutup daerah di otak yang berfungsi mengatur rasa sakit, sehingga ia akan lebih sedikit merasa nyeri.

3. Berfantasi tentang sesuatu yang menyenangkan
Membiarkan pikiran berfantasi tentang sesuatu yang menyenangkan seperti seksual bisa mengimbangi rasa sakit dan nyeri yang muncul. Fantasi tersebut akan mengurangi kecemasan dan membuat seseorang menjadi lebih rileks.

4. Ambil napas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan
Menarik napas dalam secara perlahan secara signifikan dapat mengurangi rasa ketidaknyamanan yang dirangsang oleh rasa sakit. Serta bernapas juga membantu menonaktifkan respons fight-or-flight tubuh terhadap rasa sakit.

5. Sedikit meditasi setiap hari
Orang yang bermeditasi secara teratur memiliki area lebih tebal pada korteks (bagian otak yang mempengaruhi sensitivitas nyeri), semakin tebal maka sensitivitasnya semakin berkurang. Beberapa hari melakukan meditasi bisa meningkatkan toleransi terhadap nyeri.

6. Mengendus aroma apel hijau
Studi dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago menemukan bahwa aroma apel hijau bisa mengurangi kontraksi otot di kepala dan leher, serta mengurangi kecemasan sehingga seseorang bisa lebhi toleransi terhadap rasa sakit.

Namun jika rasa nyeri yang muncul tidak juga berkurang atau hilang, terlebih jika ditambah dengan gejala lainnya, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab rasa nyeri tersebut.





Sumber: www.health.detik.com

Rabu, 25 Mei 2011

Mari Maknai Hidup

  Mari Maknai Hidup

    Hidup di dunia ini hanya sekali. Begitulah orang-orang sering bilang. Dunia, adalah tempat kita menyiapkan bekal untuk akhirat nanti. Tak bersiap-siap di dunia, maka ia akan rugi di akhirat. Ia takkan bisa kembali lagi ke dunia. Karena, walaupun ia berjanji tuk beramal sholeh di dunia, ia akan kembali terbuai dengan hawa nafsunya. Allah SWT berfirman, "...Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta." (QS. Al-An'aam: 28)
 
   Hidup di dunia ini hanya sesaat. Layaknya pengembara yang beristirahat di bawah sebuah pohon. Lalu, dia akan melanjutkan perjalanannya yang jauh. Begitulah Rasulullah SAW mengibaratkan hidup ini. Tak lebih hanya seperti sebuah tempat peristirahatan. 
 
   Maka, manfaatkanlah waktu hidup kita yang sesaat ini, untuk menanam amal sholeh sebanyak-banyaknya. Agar kelak di akhirat nanti, kita bisa menuai hasil jerih payah kita itu. Isilah hidup ini dengan hal-hal yang bermanfaat. 
 
   Mungkin, terkadang kita merasa berat untuk menyusuri jalan kebenaran. Seperti mendaki tebing yang terjal. Namun, percayalah, setelah kita terbiasa untuk melakukan amal kebajikan, kita akan merasa bernafsu untuk terus menambah tabungan pahala kita. Berlari mendekat kepada Allah SWT. Tatkala kita sudah mereguk minuman cinta yang telah dihidangkan-Nya, kita akan semakin bernafsu lagi untuk mendekat dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
 
   Janganlah kita terbuai dengan tipuan-tipuan duniawi yang berserakan di muka bumi ini. Sadarlah bahwa kita tak memiliki banyak waktu untuk menjalani hidup di dunia ini. Apakah kita ingin melewati dunia ini dengan sia-sia? Tidak kan? Tentu kita ingin, dengan waktu yang diberikan Allah SWT, kita mampu meraih ridho dan surga-Nya. Bagaimana kita bisa meraih itu jika kita hanya berpangku tangan, bahkan melakukan banyak maksiat tanpa bertobat? 
 
   Raihlah cinta-Nya, niscaya kita akan mendapatkan ketenteraman dalam kehidupan. Betapa banyak orang kaya namun tidak tentram hidupnya. Itu karena mereka telah jatuh cinta kepada dunia. Sehingga ia mengisi waktunya hanya untuk menggapai dunia, bukan untuk meraih ridho-Nya. Semoga kita dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya dan dicintai oleh-Nya. Wallahu a'lam bish-shawwaab.
 

Oleh: Muhammad Fatih (www.replubika.com)

Selasa, 17 Mei 2011

Enam Sikap Merusak Kepribadian


Enam Sikap Merusak Kepribadian
Manusia memiliki kepribadian positif dan negatif yang tercermin pada tingkah laku dalam setiap sepak terjang kehidupan sehari-hari. Sikap positif tampak dalam tindakan patuh, mencari kebenaran, introsfeksi diri, bekerja, mengadakan lapangan kehidupan.
Sedangkan sikap negatif  terlihat pada pembangkangan, cendrung kepada perbuatan maksiat, malas bekerja serta membuat kerusakan baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Nabi Muhammad  Saw bersabda dalam hadis yang datang dari Adi bin Hatim yang diriwayatkan oleh Addailami, ”Ada enam hal yang menyebabkan amal kebajikan menjadi sia-sia [tidak berpahala] yaitu sibuk mengurus aib orang lain, keras hati, terlalu cinta kepada dunia, kurang rasa malu, panjang angan-angan dan zalim yang terus menerus di dalam kezalimannya.”

Sibuk meneliti aib orang lain

Dia lebih suka mencari dan menyebarkan keburukan yang terdapat pada orang lain lalu membesar-besarkannya, sementara aib sendiri tidak pernah diperiksa sesuai dengan pepatah lama, ”Kuman di seberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tidak nampak”.

Sebuah riwayat mengisahkan seorang khalifah memperhatikan rakyatnya di tengah malam, lalu dia menemukan dalam sebuah rumah seorang lelaki dan wanita serta minuman khamar yang dihidangkan, dia masuk ke rumah itu dengan memanjat dinding sambil membentak,dan terjadilah dialok.

Khalifah: Hai musuh Allah, apa kau kira Allah akan menutupi kesalahan ini ?

Lelaki: Tuan sendiri jangan tergesa-gesa, juga tuan telah melakukan kesalahan.

Khalifah: Kesalahan apa yang saya perbuat ?

Lelaki: Kesalahan saya hanya satu yaitu apa yang Khalifah lihat sekarang, sedangkan tuan telah melakukan tiga kesalahan yaitu; memata-matai keburukan orang lain, padahal Allah melarang perbuatan itu, masuk rumah orang dengan memanjat dinding, bukankah ada pintu yang harus dilalui dan masuk rumah tanpa izin tuan rumah.

Keras hati

Artinya tidak mau menerima pengajaran yang baik, nasehat yang mengandung maslahat ditolaknya. Tidak suka segala kesalahannya dikritik apalagi dihukumi, dialah yang paling benar, disamping itu hatinya tidak tersentuh oleh penderitaan dan kesedihan orang lain.

Di masa Rasulullah SAW, terdapat suatu kejadian yang membuat semua sahabat bersedih karena matinya salah seorang anggota keluarga dari mereka, bahkan Nabi Saw pun meneteskan air matanya, sahabat-sahabat disekitarnyapun berlinang air matanya, tapi seorang sahabat nampak biasa-biasa saja, sedikitpun dia tidak tersentuh melihat kejadian itu. Lalu dia bertanya kepada Nabi Saw, maka Rasulullah menjawab, ”Itu tandanya hati yang keras”.

Orang yang keras hati cendrung egois, sombong, takabur dan tidak mau menerima kebenaran, karena hatinya telah beku dan tidak terbuka untuk menerima pengajaran yang benar.

Terlalu cinta kepada dunia

Kehidupan dunia hanya  sementara sebagai musafir yang berada dalam perjalanan lalu istirahat pada sebuah tempat. Namun tidak sedikit manusia yang beranggapan tempat istirahat sejenak itulah tujuan sehingga lupa akan tujuan semula.

Diprediksi oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa nanti pada suatu masa ummat Islam aan dikeroyok oleh ummat lain sebagaimana mereka menghadapi makanan di atas meja, padahal jumlahnya mayoritas tapi kekuatannya ibarat buih di atas lautan, mudah hancur. Saat itu ummat dihinggapi penyakit yang bernama ”Wahn” yaitu suatu bakteri yang meracuni ummat ini sehingga mereka terlalu cinta kepada dunia dan takut akan kematian.

 Sedikit rasa malu

Orang yang memiliki sifat ini tidak malu-malu berbuat apapun menurut kemauannya, dosa dan maksiat suatu perbuatan sehari-hari, sedangkan benar dan salah bukan suatu ukuran.

Bila malu habis, maka akan berbuat seenaknya dan beranggapan diri lebih suci dari orang lain. Menurut Abu Hasan Al Mawardi, malu ada tiga macamnya yaitu;

1. malu kepada Allah
2. malu kepada manusia
3. malu kepada diri sendiri.
  

Panjang angan-angan

Sifat ini menunjukkan kekerdilan manusia, kemauannya lebih tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan, dia suka berandai-andai. Ungkapannhya berbunyi, ”Seandainya, andai kata, apabila”. Ia hanya menghabiskan waktunya untuk berangan-angan dan berkhayal yang macam-macam, tapi sama sekali ia tidak berbuat sesuatu. Dia beranggapan bahwa mengkhayal itu benar,  khayalan itu enak dan gratis. Orang yang seperti ini ibarat, ”Pungguk merindukan bulan”, atau ”Katak ingin jadi kerbau”.

Perbuatan dzalim yang terus menerus  

Watak manusia karena kuat dan kuasa dia melakukan eksploitasi bangsa lain, memeras bawahan dan menindas yang lemah, bila ini dilakukan tidak henti-hentinya, maka akibatnya orangpun terus menerus menanggung dari kezhalimannya. Ahli Hikmat  membagi kezhaliman menjadi tiga yaitu ; zhalim kepada Allah dengan Al Fathir ayat 32: "Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar."

Enam sifat inilah yang dapat menghancurkan nilai-nilai ibadah, dia ibarat air di daun keladi, amal yang dilakukan berpahala banyak tapi tertumpah tanpa meninggalkan bekas, bila enam sifat tercela ini terdapat dalam pribadi seseorang, waspadalah atas peringatan Rasulullah Saw tadi.



www.replubika.com

Sabtu, 14 Mei 2011

Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu

Rasulullah SAW Selalu Tepat Waktu


Suatu ketika Abdullah bin Mas'ud  bertanya pada Rasulullah SAW: " Wahai Rasulullah pekerjaan apakah yang paling Allah cintai?", Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya". Ia bertanya: "Lalu apalagi Ya Rasul?", Beliau menjawab: "Taat pada orang tua". Ia bertanya: "Lalu apalagi Ya Rasul?", Beliau  menjawab: "Jihad di jalan Allah."

Hadis di atas diriwayatkan lebih dari satu imam, sebut saja Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Ahmad, Dârul Quthni dan yang lainnya. 

Hadis ini cukup menarik perhatian kita, selain perawinya yang banyak, kandungan hadis di atas pun layak untuk dicermati. Mengapa shalat tepat pada waktunya dapat menempati rating teratas dari sekian banyak pekerjaan yang sangat Allah cintai, ternyata ia dapat "menyisihkan" ketaatan pada orang tua dan jihad di jalan Allah. 

Padahal, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa perintah untuk taat pada orang tua adalah perintah yang sangat urgent, terbukti hampir dalam setiap larangan menyekutukan Tuhan (syirik) selalu disandingkan dengan perintah untuk menaati orang tua. Belum lagi dengan Jihad. Ternyata shalat pada waktunya dapat mengungguli sebuah amalan yang balasannya sudah dijanjikan Allah berupa surga dan  selalu menjadi idaman seluruh Muslim.

Menurut Prof Dr Musthafa 'Imarah, Dosen Hadis dan Ilmu Hadis Fakultas Ushuludin Univeristas Al-Azhar, Kairo, Rasulullah SAW memang tidak hanya sekali ditanya tentang pekerjaan yang paling dicintai Allah, jawaban Beliau pun variatif disesuaikan dengan orang yang bertanya dan kondisi saat itu. Walau demikian, hadis shalat pada awal waktu adalah hadis terbanyak yang terdapat dalam kitab-kitab hadis dibanding dengan hadis-hadis lain.

Kenyataan ini cukup menarik hingga Ibnu Hajar dalam "Fathul Bari" nya menukil perkataan Ibnu Bazizah bahwa jihad memang didahulukan dibanding pekerjaan fisik yang lain karena ia merupakan pekerjaan yang berat, akan tetapi kesabaran untuk menjaga shalat dan melaksanakannya tepat waktu adalah pekerjaan yang terus dilakukan secara berulang-ulang hingga hanya orang yang benar-benar bertakwalah yang dapat terus menjaganya. 

Dr Abdul Fattah Abu Ghuddah menyimpulkan bahwa dalam hadis tersebutlah terdapat kunci kesuksesan Umat Islam, yaitu  dengan memanfaatkan waktu. Ia berargumen karena shalat termasuk ibadah yang sudah ditentukan waktunya. Jika seorang Muslim melaksanakannya tepat waktu, dan juga selalu memperhatikan setiap pekerjaan pada waktunya maka hal itu akan membuat semuanya dapat terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya karena ia sudah menjadi sebuah kebiasaan dan watak dalam prilaku dan kehidupan soerang Muslim. Dari sinilah terlihat jelas rahasia mengapa syariat mengistimewakan ibadah shalat dibanding seluruh ibadah lain.

Selain shalat sebenarnya syariat pun telah menggambarkan beberapa pekerjaan yang harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Seperti haji, zakat (baik zakat fitr atau zakat mâl), puasa, berkurban, memberi nafkah, hutang, gadai, bertamu, haid, nifas dan lain-lain. Dari sini Islam ingin mengisyaratkan akan pentingnya penentuan waktu dan banyaknya kemaslahatan dan manfaat  yang ada didalamnya.

Mudah-mudahan kita selalu dijadikan orang-orang yang selalu menjaga shalat dan menjadi hamba yang on time. Allahu wa Rasuluhu a'lam.

  
Oleh: Faza Abdu Robbih Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ushuludin Universitas Al-Azhar Kairo

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Hijrah yang Pertama

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Hijrah yang Pertama

Sikap dan   kata-kata keponakannya  itu oleh  Abu  Thalib disampaikan  kepada  Bani   Hasyim  dan Bani Muthalib. Dimintanya  supaya Muhammad dilindungi dari tindakan  Quraisy. Mereka semua menerima usul  ini,  kecuali  Abu  Lahab. Ia terang-terangan menyatakan  permusuhannya. Abu Lahab menggabungkan diri dengan pihak lawan. 

Periode yang dilalui Muhammad SAW ini adalah periode paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. Baik Muhammad atau mereka yang menjadi pengikutnya, bukanlah orang-orang yang menuntut harta kekayaan, kedudukan atau kekuasaan, melainkan orang-orang yang menuntut kebenaran.

Nabi Muhammad adalah orang yang mengharapkan bimbingan bagi mereka yang  mengalami  penderitaan, dan membebaskan  mereka  dari belenggu paganisme yang rendah, yang menyusup ke dalam jiwa manusia sampai ke lembah kehinaan yang sangat memalukan. 

Demi tujuan rohani yang luhur itulah, Rasulullah mengalami siksaan. Penyair-penyair   memakinya, orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka'bah. Rumahnya dilempari  batu,  keluarga dan pengikut-pengikutnya diancam. Namun itu semua malah membuat beliau makin tabah dan gigih meneruskan dakwah. 

Pada suatu  hari Abu Jahal bertemu dengan Muhammad SAW, ia mengganggunya, memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Namun Rasulullah tidak melayaninya. Ditinggalkannya Abu Jahal tanpa sepatah kata pun. 

Hamzah, pamannya dan saudaranya sesusuan, yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy, adalah seorang  laki-laki  yang  kuat  dan  ditakuti. Ia  mempunyai kegemaran  berburu. Bila ia kembali dan berburu, terlebih dulu mengelilingi Ka'bah sebelum langsung pulang ke rumahnya.
 
Hari itulah ia mengetahui bahwa keponakannya mendapat gangguan Abu Jahal. Ia marah dan langsung pergi ke Ka’bah dan menemui Abu Jahal. Setelah dijumpainya, diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepala Abu Jahal. Beberapa orang dan Bani Makhzum mencoba membela Abu Jahal. Namun tidak jadi. Mereka khawatir akan timbul bencana yang membahayakan.
 
Setelah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkorban di jalan Allah sampai akhir hayatnya.
 
Pihak Quraisy merasa sesak  dada  melihat  Muhammad  dan kawan-kawannya makin hari makin kuat. Di samping itu, gangguan dan  siksaan  yang  dialamatkan  kepada  mereka,  tidak  dapat mengurangi iman mereka dan tidak dapat  menghalangi  mereka melakukan kewajiban agama. 

Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad, dengan  cara seperti yang mereka bayangkan, memberikan segala keinginannya. Mereka rupanya lupa bahwa keagungan dakwah  Islam,  kemurnian esensi  ajaran  ruhaninya  yang  begitu tinggi, berada di atas segala pertentangan ambisi politik.

Utbah bin  Rabiah,  seorang bangsawan  Arab  terkemuka,  mencoba  membujuk  Quraisy ketika mereka bertemu dan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan  Muhammad dan menawarkan hal-hal yang barangkali mau diterimanya. Mereka mau  memberikan apa saja kehendaknya, asal ia dapat dibungkam.
 
Ketika itulah Utbah bicara dengan Muhammad. "Anakku,"  katanya, "Seperti kau ketahui, dari segi keturunan, engkau mempunyai tempat di kalangan kami. Engkau telah membawa soal besar ke tengah-tengah masyarakatmu, sehingga mereka cerai-berai  karenanya.  Sekarang dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa hal,  kalau-kalau  sebagian  dapat kau terima. Kalau dalam hal ini yang kau inginkan  adalah  harta, kami pun siap mengumpulkan harta kami. Sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. Kalau kau menghendaki kedudukan, kami  angkat engkau di atas kami semua. Kami takkan memutuskan  suatu  perkara  tanpa  persetujuanmu. Kalau kedudukan  raja  yang  kau inginkan,  kami nobatkan kau sebagai raja kami."
 
Selesai ia bicara, Muhammad membacakan Surah As-Sajdah. Utbah terdiam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. Dilihatnya sekarang yang berdiri di  hadapannya  itu  bukanlah seorang  laki-laki  yang  didorong  oleh  ambisi  harta, kedudukan  atau  kerajaan, juga  bukan  orang   yang   sakit, melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran, mengajak orang kepada kebaikan. Ia  mempertahankan sesuatu  dengan  cara  yang baik, dengan kata-kata penuh mukjizat.
 
Selesai  Muhammad SAW membacakan  itu, Utbah pergi kembali kepada Quraisy.  Apa  yang  dilihat  dan   didengarnya itu sangat memesonakan dirinya. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. Penjelasannya sangat menarik sekali. Penjelasan Utbah ini tidak menyenangkan pihak Quraisy. Juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja, tidak menggembirakan mereka. 
 
Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi, sampai-sampai ada yang dibunuh, disiksa dan semacamnya.  Waktu itu Nabi SAW menyarankan  supaya  mereka berpencar-pencar. Ketika mereka bertanya kepadanya  kemana  mereka  akan  pergi, Rasulullah menasihati supaya mereka pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. "Tempat itu  diperintah  seorang  raja dan tak ada orang yang dianiaya di situ. Itu bumi jujur, sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua," kata Rasulullah.
 
Sebagian kaum Muslimin lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari  fitnah  dan  tetap mempertahankan agama. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Dengan sembunyi-sembunyi mereka keluar dari Makkah  mencari  perlindungan. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi, penguasa Abisinia.
 
Ketika kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Makkah telah selamat dari  gangguan Quraisy, mereka pun lalu kembali pulang. Namun ternyata mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy, melebihi yang sudah-sudah. Mereka pun kembali lagi ke Abisinia. Kali  ini  terdiri  dari  delapan puluh orang pria tanpa kaum istri  dan  anak-anak. Mereka  tinggal di Abisinia hingga Nabi SAW hijrah ke Yatsrib. 





Sumber  : REPUBLIKA.CO.ID

Jumat, 13 Mei 2011

Makanan yang Bisa Bikin Sakit Kepala

img
Sakit kepala merupakan masalah umum yang bisa diderita siapa saja dari segala usia dan lapisan masyarakat. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sakit kepala, salah satunya dari makanan. Makanan apa saja yang bisa bikin sakit kepala?

Lebih dari 100 juta orang menderita berbagai jenis sakit kepala kronis. Ada berbagai jenispenyebab mengapa orang mengalami sakit kepala, seperti stres, sakit dan alergi. Tetapi pada banyak pasien, makan makanan tertentu juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Berikut beberapa makanan yang bisa memicu sakit kepala, seperti dilansir Lifemojo, Jumat (13/5/2011):

1. Keju
Keju mengandung asam amino yang disebut tyramine, yang telah dikaitkan dengan berbagai jenis sakit kepala, terutama migrain. Tyramine terbentuk dari pemecahan protein dalam makanan tertentu. Umumnya, semakin tinggi usia protein makanan, semakin besar konten tyramine.

Karena variasi dalam pengolahan, fermentasi atau penuaan keju yang berbeda, jumlah tyramine mungkin berbeda pada setiap keju. Makanan lain yang tinggi tyramine adalah anggur merah, ikan asap, daging olahan, acar, kacang tertentu seperti lima, alpukat dan kacang-kacangan.

2. Makanan yang mengandung nitrit atau aditif nitrat
Aditif seperti natrium nitrit atau natrium nitrat digunakan sebagai pengawet, pewarna dan aroma dalam makanan seperti hot dog, bacon, salami, sosis dan daging olahan lainnya.

Aditif ini dapat melebarkan pembuluh darah menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang. Sakit kepala disebabkan oleh aditif biasanya dirasakan di kedua sisi kepala.

3. Makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG)
Monosodium glutamat adalah aditif makanan atau penambah rasa yang ditemukan di kecap, pelunak daging dan banyak makanan kemasan. Sakit kepala yang disebabkan oleh MSG dapat terjadi dalam waktu 20 sampai 30 menit setelah dikonsumsi dan dapat menimbulkan gejala seperti tekanan di dada, pusing, sakit kepala di bagian depan atau sisi kepala, perut tidak nyaman atau sensasi terbakar di leher, dada atau bahu.

4. Makanan dingin
Makan atau minum sesuatu yang terlalu dingin dapat menyebabkan sakit kepala yang biasanya berlangsung selama kurang dari lima menit. Sebelumnya juga dikenal sebagai 'pembekuan otak' atau sakit kepala es krim. Rasa sakit pada sakit kepala jenis ini biasanya dirasakan di tengah dahi.

Lebih dari 90 persen penderita migrain melaporkan kepekaan terhadap es krim dan perlu berhati-hati dengan makanan dan minuman yang dingin.

5. Makanan lain
Beberapa penderita sakit kepala juga melaporkan makanan lain yang dapat memicu sakit kepala, seperti bawang, pisang, buah jeruk, cokelat, aspartam dan pemanis buatan lainnya.



Sumber: www.helth.detik.com